Junior High (SMP)

SMP Islam Al Syukro kunjungi ISTANA MERDEKA dan MONAS (2)

   Setelah para siswa SMP Islam Al Syukro menuntaskan Kunjungan Tema ke Kantor Kedutaan Besar Turki (bagi siswa kelas VII dan VIII) dan Museum Gajah (untuk siswa kelas IX), kedua rombongan ‘terpisah’ ini akhirnya berkumpul kembali untuk melanjutkan anjangsana ke lokasi berikutnya, yaitu ke ISTANA MERDEKA di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Inilah rangkaian field trip yang mengambil tema “Nasionalisme dan Membangkitkan Semangat Kebangsaan” dan diselenggarakan pada Sabtu, 13 Februari 2010.
  Menurut Bapak Kosaman SE, Guru Bidang Studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) SMP Islam Al Syukro, kunjungan ke Istana Merdeka sangat mendapat respon paling antusias dari seluruh peserta Kunjungan Tema kali ini. “Bagaimana tidak? Ini adalah kunjungan ke Istana Merdeka, tempat Presiden Republik Indonesia bekerja. Menerima tamu negara, dan mengendalikan pemerintahan negeri ini demi kemaslahatan rakyat. Sungguh, ini menjadi kesan tersendiri yang amat mendalam bagi kami semua, terutama kami sebagai pendidik,” ujarnya dengan nada penuh syukur.
   Diceritakan Pak Kosaman, untuk bisa masuk ke Istana Merdeka, rombongan harus menjalani pemeriksaan yang ketat dan diingatkan untuk tidak melakukan sejumlah hal, misalnya membawa handphone, kamera digital, maupun barang bawaan elektronik lainnya. “Sudah pasti kami harus ‘steril’ sebelum bisa diajak berkeliling oleh Ibu Pratiwi selaku pemandu wisata (tour guide) di lingkungan Istana Merdeka,” tutur Pak Kos, panggilan akrabnya.
   Di Istana Merdeka ini, rombongan SMP Islam Al Syukro diajak untuk berkeliling dan melihat sendiri secara langsung ruangan-ruangan yang ada di lingkungan istana. “Ada ruang tempat Presiden kita bekerja, ruang Presidensial yang diantaranya untuk menerima tamu negara dari luar negeri dengan ukuran luas yang lebih besar dibanding ruang-ruang lainnya, seperti ruang para menteri-menteri, ruang kerja Presiden dalam menerima tamu dari dalam negeri, ruangan Ibu Negara bila menerima tamu negara dari dalam dan luar negeri, ruangan untuk keluarga Presiden beristirahat,” papar Pak Kosaman.
   Selain itu, lanjutnya lagi, ada ruangan tempat menyimpan naskah Proklamasi, dan ada ruangan tengah tempat dimana disimpan bendera Sang Saka Merah Putih yag dijahit tangan oleh Ibu Fatmawati. “Ada juga ruang Serba Guna dimana kami sempat menyaksikan pemutaran film dokumenter tentang istana-istana milik negara yang ada di seluruh nusantara, seperti Istana Bogor, Istana Merdeka, Istana Rakyat, Istana Tampak Siring dan lainnya,” jelas Pak Kosaman seraya menambahkan bahwa ada dua pohon yang konon berusia sekitar 139 tahun di lingkungan istana dan diberi nama Pohon “Ki Hujan”.
   Perjalanan mengelilingi Istana Merdeka juga menyaksikan sebidang lahan berupa gazebo di belakang istana. “Kabarnya, di gazebo ini para seniman kerap melakukan pementasan seni dan budaya untuk dinikmati oleh para tamu negara di istana,” jelas Pak Kos lagi.

Ke MONAS
   Puas berkeliling di Istana Merdeka, lokasi Kunjungan Tema rombongan SMP Islam Al Syukro berikutnya adalah ke Monumen Nasional (MONAS), yang terletak di seberang Istana Merdeka. (fdl)

SEKOLAH ISLAM BERBASIS KARAKTER DAN LINGKUNGAN